News Detail

Resiko dan Keuntungan Beli Rumah Bekas

Pilihan sebaik apapun, selalu masih ada resikonya. Sama halnya, pilihan seburuk apapun pasti masih ada keuntungannya, meskipun sangat kecil. Bijaksana jika sebelum menetukan pilihan, Tuan dan Nyonya mempelajari betul-betul keuntungan dan resikonya.Termasuk dalam memilih antara rumah bekas atau baru. Artikel ini akan mengulas resiko dan keuntungan beli rumah bekas.

halaman sebelumnya: TIPS MEMBELI RUMAH KEDUA, SECOND ATAU BARU?

3 Resiko Beli Rumah Bekas:

Resiko terlanjur identik dengan hal-hal negatif sehingga banyak yang menghindari. Menghindari resiko adalah sikap yang umum. Daripada menghindari jika Tuan dan Nyonya ingin menjadi orang yang sukses, belajar berdampingan dengan resiko merupakan keharusan. Dengan terbiasa sukses berdampingan dengan resiko-resiko dengan menganggapnya sebagai tantangan, Tuan dan Nyonya akan menjadi orang terdepan saat yang lain masih takut-takut, bahkan hanya untuk sedikit mendekat. Berikut adalah resiko-resiko membeli rumah bekas yang perlu Tuan dan Nyonya lalui untuk sukses dan menjadi yang terdepan:

1. Ekstra hati-hati dalam memilih rumah

Tuan dan Nyonya sebaiknya jeli dan ekstra jeli dalam melihat kondisi rumah bekas yang akan dibeli. Tantangannya adalah bagaimana Tuan dan Nyonya mempelajari riwayat rumah dan memperhatikan dengan seksama bagian-bagian rumah. Hasilnya setiap rumah yang masuk daftar pilihan menjadi tergambar dengan jelas. Bagian mana yang masih layak dan sesuai selera dan bagian mana yang perlu renovasi. Setelah seluruhnya tergambar dengan baik, eselanjutnya Tuan dan Nyonya bisa menentukan pilihan. Boleh lebih dari satu pilihan, kemudian melakukan surlok untuk memantapkan pilihan ke salah satu.  

2. Desain arsitektur kurang sesuai selera

Rumah bekas dibangun mengikuti selera pemilik sebelumnya. Tentu wajar apabila desain arsitektur rumahnya kurang sesuai dengan selera Tuan dan Nyonya. Justru tantangan dalam membeli rumah bekas adalah bagaimana mencari rumah yang kebutuhan renovasinya paling sedikit untuk menjadi sesuai selera Tuan dan Nyonya. Sukses melewati tantangan ini tentu akan menjadi prestasi dan kebahagiaan tersendiri.

3. Harus Beradaptasi dengan lingkungan yang sudah terbentuk

Tantangan selanjutnya dalam membeli rumah bekas adalah beradaptasi dengan lingkungan yang sudah terbentuk. Tetangga yang menghuni rumah-rumah di sekitar rumah Tuan dan Nyonya terdiri berbagai macam karakter yang berbeda-beda. Tuan dan Nyonya harus bisa membaur dan menyesuaikan lingkungan tersebut. Tentu sukses beradaptasi juga akan menjadi kebahagiaan tersendiri setelah menghuni rumah baru.

Harapannya setelah memahami 3 resiko membeli rumah bekas di atas Tuan dan Nyonya bisa membuat pilihan yang paling sesuai dengan diri sediri. Apabila Tuan dan Nyonya tidak berkenan mengalami 3 hal di atas, maka mungkin lebih baik memilih rumah baru dibanding rumah bekas. Akan tetapi sebelum menentukan pilihan, Tuan dan Nyonya juga harus paham dulu keuntungan-keuntungan membeli rumah bekas. Agar pilihan yang diambil betul-betul mantap. Keuntungan-keuntungan membeli rumah baru sebagai berikut :

Keuntungan beli rumah bekas:

Rumah bekas memiliki beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada rumah baru. Apabila salah satu dari kelebihan-kelebihan tersebut merupakan hal yang Tuan dan Nyonya butuhkan atau inginkan, maka membeli rumah bekas cenderung merupakan pilihan tupat. 4 keuntungan beli rumah bekas sebagai berikut:

1. Harga cenderung lebih murah

Dengan type dan lokasi sama, rumah bekas harganya pasti lebih murah dibanding rumah baru. Tuan dan Nyonya juga masih bisa menawar, karena bertemu langsung dengan pemilik dan melakukan negosiasi harga walaupun melalui perantara agensi. Akan tetapi apabila perantara tidak mengijinkan Tuan dan Nyonya bertemu langsung dengan pemilik rumah, lebih baik mempertibangkan untuk mencari agensi lain. Agensi yang pasti mempertemukan calon pembeli rumah dengan pemilik di jogja salah satunya adalah Jogja Realty.

2. Lingkungan relative sudah terbentuk

Rumah bekas lazimnya berada di lingkungan pemukiman. Sehingga lingkungan sosialnya sudah terbentuk. Terdapat tetangga-tetangga yang sudah lebih lama menghuni di area rumah dan pola interaksi sosial juga sudah terbentuk dan berjalan baik. Keutungannya adalah Tuan dan Nyonya hanya perlu mengikuti pola interaksi sosial tersebut, seperti kerjabakti lingkungan, menjaga keamanan lingkungan dan lain semacamnya. Tuan dan Nyonya tidak perlu lagi menginisiasi berbagai hal yang diperlukan.

3. Siap dihuni

Tentu saja tidak semua rumah bekas bisa langsung dihuni. Jika terdapat kerusakan cukup parah seperti kebocoran pada atap, tentu Tuan dan Nyonya perlu melakukan renovasi terlebih dahulu. Akan tetapi kasus tersebut sangat jarang. Umumnya rumah bekas bisa langsung dihuni, walapun perlu sedikit banyak renovasi. Renovasi untuk sedikit penyesuaian dengan selera bisa dilakukan sambil dihuni. Karena rumah bekas sudah memiliki fasilitas pokok seperti listrik, air, dan lain sebagainya.

4. Pajak lebih murah

Dengan type dan lokasi yang relatif sama, karena bangunan rumah bekas adalah bangunan lama yang sudah terdepresiasi maka pajaknya pasti lebih murah. Hal ini bisa menghemat pengeluaran Tuan dan Nyonya saat melakukan transaksi akad jual beli.

Lengkap sudah paparan 4 keuntungan-keuntungan membeli rumah bekas. Adakah salah satu keuntungan tersebut sesuai dengan keinginan Tuan dan Nyonya? Maka sampai sini Tuan dan Nyonya sudah bisa menentukan pilihan untuk membeli rumah bekas. Akan tetapi apabila Tuan dan Nyonya masih mempertimbangan membeli rumah baru, sebaiknya baca juga paparan resiko dan keuntungan membeli rumah baru (link akan akrif besok pagi).

Related Posts

Compare

Enter your keyword