News Detail

Kronologi Korupsi Bansos Corona, Hingga Beli Rumah Di Jogja

Kronologi dan Modus Korupsi Bansos Corona

Kronologi Korupsi Bansos Corona- 5 Desember 2020 adalah hari yang tak terlupakan bagi Ardian I.M dan Harry Sidabuke, tersangka pemberi suap dalam kasus korupsi bansos COVID-19 di lingkungan Kemensos. keduanya sebelum ditangkap berada di tempat terpisah, satu di Jakarta dan yang lain di Bandung. Mereka memiliki tugas cukup berat, mengepak segepok uang miliaran. Uang senilai Rp11,9 miliar, 171.085 Dollar US (setara Rp2,42 M) dan 23 ribu Dollar Singapura harus dipak ke dalam amplop-amplop kecil, dimasukkan ke dalam tiga tas ransel dan tujuh koper. Nilai total uang sekitar Rp14,5 miliar.

Ardian I.M dan Harry Sidabuke, dua orang tersebut adalah sebagian kecil dari orang kaya yang ingin lebih kaya lagi secara instan, sepakat? Hanya saja mereka tergiur lalu terjerumus. Mereka berdua sebenarnya justru masih beruntung. Kenapa beruntung ? saat salah langkah, mereka diberi teguran oleh Tuhan. Mereka diberi kesempatan menelan pil pahit kehidupan, harapannya kemudian lebih hati-hati dan lebih sehat cara mereka hidup.

Ingin menjadi lebih kaya sebenarnya tidak masalah. Namu perlu hati-hati agar tidak salah langkah sehingga tidak perlu menelan pil pahit kehidupan, misalnya dengan investasi. Meski tidak seinstan korupsi, relatif lebih lama sampai hasilnya bisa dinikmati. Tentu investasi yang aman-aman saja dan pasti untung. Misalnya membeli asset yang memiliki pertambahan nilai per tahun selalu jauh melebihi inflasi, seperti rumah, tanah dan property lain.

Baca Juga ; Tips Membeli Rumah Kedua, Second Atau Baru?

Kronologi Sunat Dana Bansos Corona

Kronologi Korupsi Bansos Corona-  Kemensos menyiapkan proyek 272 kontrak pengadaan bantuan sosial berupa sembako yang akan dilaksanakan selama dua periode. Proyek tersebut dalam rangkan menanggulangi pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia mulai awal tahun 2020 ini menghimpit kehidupan banyak warga. Total anggarannya tidak main-main, nilainya mencapai Rp5,9 triliun.

Proyek tersebut sudah diwanti-wanti oleh KPK berpotensi menjadi bancakan. Juliari P. Batubara tampaknya mengabaikan peringatan tersebut akibatnya kurang waspada. Juliari P. Batubara memberikan mandat kepada dua orang bawahannya di Kemensos yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono menjadi Pejabat Pembuat Komitmen untuk proyek ini.

Tanpa sebelumnya melakukan lelang tender, kedua orang bawahan Juliaria P. Batubara tersebut menunjuk langsung perusahaan rekanan yang akan mengerjakan proyek bansos dengan syarat menyepakati fee yang harus disetorkan kepada pihak Kemensos. Perusahaan yang mendapat proyek ini salah satunya adalah PT Rajawali Parama Indonesia. Diduga perusahaan tersebut dimiliki oleh Matheus sendiri dan satu lagi perusahaan milik Ardian I.M dan Harry Sidabuke. Juliari Batubara mengetahui kesepakatan ini.

Modus Sunat Dana Bansos Corona

Singkatnya, disepakati fee sebesar Rp12 M untuk pelaksanaan Bansos periode pertama. Pembagiannya secara tunai oleh Matheus kepada Juliari P. Batubara sebesar Rp8,2 M melalui Adi Wahyono. Kemudian uang itu dikelola oleh Eko dan Shelvy N., orang kepercayaan Juliari P. Batubara untuk membayar kebutuhan-kebutuhan politikus PDIP tersebut.

Uang Rp14,5 miliar yang disebutkan di awal adalah setoran yang kedua, Rp8,8 miliar di antaranya akan disetorkan kepada Juliari Batubara. Uang itu rencananya akan diserahkan pada tanggal 5 Desember pukul 02.00 di salah satu lokasi di Jakarta. Beruntungnya, sehari sebelum itu tim penyidik KPK mendengar rencana tersebut dan langsung menyiapkan penyergapan.

Hasilnya Sabtu, 5 Desember pagi hari, KPK berhasil memergoki transaksi yang dilakukan oleh Matheus, Shelvy, dan sejumlah pihak swasta dan langsung menggelandangnya ke Gedung Merah Putih KPK guna pemeriksaan awal. Juliari P. Batubara sendiri termasuk yang diciduk karena sedang berada di luar kota, Ia pun sempat dimintai komentar atas OTT tersebut dan mengakui bahwa ada bawahannya yang ditangkap KPK.

Setelah dilakukan pemeriksaan hampir 24 jam, pada Minggu (6 Desember 2020) tengah malam, KPK mengumumkan 5 orang tersangka. Sebagai penerima, Juliari Batubara, Matheus, dan Adi Wahyono dan selaku pemberi, Ardian I.M dan Harry Sidabuke. Juliari P. Batubara menyerahkan diri ke KPK sekitar pukul 02.45 WIB. mengenakan jaket, topi, dan masker serba hitam. Ia hanya melambaikan tangan dan langsung naik ke lantai dua gedung KPK.

Sampai di sini sudah bisa dipahami pihak mana yang lebih berperan dalam kasus korupsi bansos corona, kronologi dan juga modusnya, motifnya pun terbaca. Semua orang kaya ingin lebih kaya adalah keniscayaan, hanya saja banyak di antara mereka terjerumus sebagaimana kasus di atas. Hanya sebagian kecil yang berhasil mewujudkan. Untuk menjadi bagian dari sebagian kecil tersebut, maka perlu banyak membaca peluang dan menemukan solusi-solusi cerdas.

Beli Rumah di Jogja Solusi Untuk Jadi Lebih Kaya

Konsultasi Beli Rumah di Jogja

Hub . 0878-3456-2789

Related Posts

Compare

Enter your keyword